Pages

LKMM [2 till the end]

09/10/15


Hari ke 2

Nah ini hari kedua. Hari dimana petualangan gila itu dimulai. Cekidot!!
Bangun pagi dengan susah payah karena emang dingin banget. Serasa bobo di Eropa. Ini mimpi. Bantuin ibunya masak. Oh ya gini gini saya bisalah kalau cuma masak masakan rumah dan bikin teh anget wkwkwk

Oke, jadwalnya hari ini itu ngikutin kegiatan si empunya rumah, dari pagi sampe siang. Kalau keluarga yang kalian ikutin penjual di pasar, maka kamu akan jadi SPGnya hahaha. Dan ibu yang aku ikutin itu berencana buat ke kebun apa sawah gitu. Entah namanya yang bener apa. Siap siap buat ke sawah dengan memutuskan tidak mandi. Ini menjijikkan hahaha. Mulailah kita mamulai perjalan dengan jalan kaki menuju rumah pak kades. Fyi si Ibu itu ibunya pak kades dan masih punya anak laki yang kuliah di jogja. Tetep, nyari jodoh itu perlu hahaha.

Sampailah dirumah pak kades yang hanya berjarak bebarapa ratus meter, kita sudah ngeluh ngleluh karena capek. Maklum biasa naek angkutan di semarang hahahaha. Dengan senyum ramah dan atas kebaikan hatinya pak lurah kita ditawarin buat naek mobil pick up. Yup, pick up. Itu keren banget. Kita sambut kebaikan hati pak kades dengan tawa riang dan menyayikan lagu anak gembala hahahha
Angin yang berhembus sejuk, pemndangan nan hijau royo-royo senyum kemenangan karena melihat temen yg pada jalan kaki ke lereng gunung iu membahagiakan. Sungguh. Kemudian ditimpukin tomat sama temen seangkatan.

Sepanjang jalan kita bikin video, foto foto cantik teriak terika gila kayak orang gila (?) dan asli itu seru banget. Bayangin aja, naik mobil pick up dengan angin sejuk dengan jalan yang naik berliku dan bervideo video ria, berfoto foto ria itu kudu bilang ke kalian bahwa I’m feel free~~ bunga bunga~~ tomat tomat~~ cabe-cabe(an)~~ hahahahaha

Setelah disorakin sepanjang perjalanan karena kesombongan kita, sampelah ke sawah yang dimaksud. Sejauh mata memandang isinya tomat semua dan cabe yang menyelinap diantaranya. Let’s action!! Turun ke sawah, pasang masker, petikin tomat sesuai instruksi ibu. Petikin cabe yang merah aja. Kumpulkan di satu keranjang besar.

Pargraf diatas menganjurkan kalian untuk bawa banyak persediaan masker dan sarung tangan hingga caping petani. Bila keecantikan kalian memudar bukan salah kami!

Sisi yang lain dari metik tomat itu adalah kalian akan tahu gimana murahnya harga tomat. Gimana harga itu enggak sebanding dengan modal awal yang udah dikeluarin. Enggak sebanding dengan kerja keras mereka yang tulus. Dan gimana susahnya buat nyari uang. Oleh karena itu, jangan buang sisa sambal tomat kalian karena sesungguhnya itu bias buat makan esok hari.

Waktu itu harga sekeranjang tomat sebanyak sekitar 20 kg hanya beberapa puluh ribu saja. Enggak sampe 50 k. gimana masih mau ngeluh dengan tugas kuliahmu?? Enggak malu?!

Udah ah, jangan galau ditanyain kek gitu :p

Lanjuut, udah capek capek dan udah mau dhuhur juga akhirnya kita mutusin buat pulang yang pastinya dengan naik pick up lagi. Walaupun gilanya sudah mendingan dari pada waktu berangkat. Tetap saja, kami masih teriak teriak dan nyanyi nyanyi. Kita memang tidak waras dek. Dan harap dicontoh hahaha

Sampai ditempat pak kades yang ternyata bakal ada hajatan desa buat nanggep wayang.  Dan kita diminta buat bantuin masak masak yang dengan jelas kami terima. Karena itu berkaitan dengan kebutuhan dasar kami. Yaitu makan -____-

Kita masak masakan yang emang bener bener khas pedasaan gitu dan tradisonal. Enak enak semua. Dan berhubung satu kelompokku ada sepuluh anak dan ada beberapa penyelinap, maka kita mutusin buat bagi tugas. Yang satu masak (sambil makan) dan yang satunya mandiin sapi dan ngasih makan. Sumpah, geli-geli gimana gitu. Ini benar benar pengalaman yang berharga dan luar biasa. Kapan lagi dapet paket komplit gini. Serasa ftv bukan? Hahahaha

Sekitar jam 12an kita memutuskan buat pulang untuk mandi dan beres beres. Nyuri nyuri tidur bentar dan makan siang terus briefing buat lomba antar kelompok. Waktu itu lombanya melukis  tong sampah dengan waktu yang ditentukan. Segilan gilanya kelompok saya kita tetap menyusun strategi agar menang. Deal. Ngelakuin sesuai job tidak lupa difoto dengan fotografer pribadi hahahaha akhirnya kita juara. J-U-A-R-A. Juara tiga. Dan dari kelompok perempuan sendiri. Mohon tepuk tangan.

Pesan tersirat (lagi) segila gilanya dan sewoles wolesnya kamu kuliah, susunlah strategi agar kamu. Iya, kamu. Agar tetap juara!!

Hari ke 3

Hari ketiga ini kita isi dengan game antar kelompok. Gamenya seru seru. Game yang butuh strategi, otak dan out of the box-nya kelompok kalian. Kekompkan jugak. Disini bakal keliatan kelompok mana yang kompak dan solid. Ya benar, kelompok saya hahaha
Tipe gamenya dibagi antar pos pos gitu. Dengan jarak antar pos yang super jauh.dan ada game yang bener benr kita disuruh nyebur disungai buat masukin air ke pipa yang berlobang tanpa modal alat apapun. Disini kejorokan kalian di uji. Kelompok yang paling jorok adalah pemenangnya hahaha. Dan berhubung kelompok saya mengedepankan sisi higienis maka kami mengalah hahahaha

Skip skip skip karena capek cerita, kita sekitar pukul 12 siang pulang. Sayonara~

LKMM [1]

Oke, halllooo. Sebenernya aku udah lama banget mau ngepost pengalaman seru ini. Tapi apa daya kesibukan ini itu membunuhku. Alasan!
Dan satu lagi post kali ini khusus didedikasikan buat adek adek maba industri 2015. Luv luv. Hahahaha

Hari ke 1

Masih inget banget, waktu itu dengan tampang polos make kaos partai LKMM dan rok gelap. Seperti biasa, diawali kumpul di lapangan depan fakultas, dilanjutkan upacara pembukaan oleh ibu dekan dan breafing oleh panitia.

Singkat cerita, para peserta naik bus sesuai kelompok yang sudah diatur oleh panitia sebelumnya. Aku pribadi menikmati perjalanan dengan memilih sedikit bercerita dan banyak tidur. Bangun pas berhenti di SPBU dan dibagiin luch box. Hahaha emang dasar kelakuan sih ya. Skip skip skip akhirnya kita sampai ditempat tujuan. Yups, Desa Paten Kab. Magelang Jawa Tengah. Dan suwer tempatnya baguuuuuusss banget. Instagram-able lah ya. Jadi tenang tak perlu galau berlebih. Karena, kalian masih bisa pinjem gadget or kamera panitia buat poto-poto ;)

oke masih sanggup baca? Atau sudah bosan? Kalau bosan, yuk ketemu ajaaah~

Senyum-senyum dan ngebatin dalam hati, gila ya tempatnya sejuk, banyak sayur dan buah pasti bakal asyik nih. Tapi, kemudian bencana itu pun datang. Salah satu bus dari rombongan mogok dan jalannya terlalu sempit buat dilewatin oleh bus. Ya alternatif yang paling bijak, ya jalan kaki. JALAN KAKI. Biarkan saja kalau aku gak woles. Gimana bisa woles kalau dibilangnya cuma deket tapi ternayata berkilo kilo meter gak nyampe nyampe. Ini serius loh, jauhnya parah. Parah banget.

Pesan tersirat, carilah gebetan buat bawain tas kamu atau panitia yang enggak tegaan :p

Habis itu sekitar dhuhur sampailah kita ke balai desa. Pusat berkumpul dan officenya panitia. Acara pembukaan dengan kepala desa dan sesepuh setempat sekalian ramah tamah dengan warga. Kemudian, diumumkanlah pembagian kelompok home stay selama tinggal di Paten. Dan alhamduliah banget aku dapet rumah yang super strategis dan jackpotnya satu kelompokku ada disatu rumah itu. Terus. biasalah perkenalan dengan ibunya yang punya rumah. Yang namanya entah aku lupa, maaf ya bu. Enggak bermaksud buat ngelupain ibu. Hug emoticon.


Beres beres bawaan ciwi ciwi yang banyak banget dan isinya makanan semua -___- pembagian kamar tidur, mandi, makan dan siap siap buat breafing dan apalah-apalahnya itu.

Tunggu di Hari 2 :))
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS