Pages

REVIEW FOR 2015

26/01/16

Tiba tiba aja keinget apa aja sih yang udah aku lakuin di tahun 2015. Yang entah itu tahun kuda kayu atau kelinci besi.

Seberapa kamu (makin) dekat dengan Allah?

Perbanyak istighfar sebelum memulainya dan jangan lupa baca basmalah. Masih jelas banget dari yang dasar banget masih keteteran. Salat yang enggak ontime lah dengan jutaan alasan yang sama sekali enggak mutu.

Kuliahmu gimana?

Duh sensitif. Ya gitu masih gitu-gitu aja. Kuliah-rapat-ngeluh-makan-marah-tidur gitu terus selama setahun kemaren. Disisi lain alhamdulilah banget di tahun ini dikasih banyaaaaaak banget kesempatan. Dari yang ikut lomba debate hingga paper. Dari yang anggota jadi ketua. Alahmadulilah.

Dan ini sekalian buat kamu yang penasaran tak tersampaikan. Kalau ada yang bilang ko enak ya aku dapet ini itu. Hai kamu, cuci muka gih. Biar melek. Sebenernya sih ini hal yang menurut aku menjijikkan. Mengumbar ngumbar entah ini pembelaan atau apa di sosial media. Tapi setalah dipertimbangkan sepertinya ini jalan satu satunya. Let’s go~~

Mahatma Gandhi Quotes
Jadi kalaupun saya dapat beberapa chance yang alhamdulilah itu, ada rasa malu yang tergadaikan. Ada kelegowoan yang harus diperkuat. Dan ada banyak tangisan. Lebay sih, keliatannya. But, saya enggak worry kalau mau dibilang gitu. Karena memang begitu adanya. Tenang, saya juga pernah yang namanya aku cuma ingin ini, itu dan enggak tau harus bagaimana. Dengan modal enggak tau malu dan sok pede mulailah bertanya. Entah dengan kaka seniormu atau bahkan dosenmu. Nah abis tanya, sumbangkan sesuatu yang kamu biasa. Sekecil apapun, speak up and do it. Enggak dianggap? Halah itu hal biasa. Ilmuwan dianggap gila aja masih terus lanjut. Kamu ko nyerah.

Udah nyoba tapi gagal? Duh ini lagi. Kesel, nangis dan bahkan berniat putus asa. Pernah ngerasain gimana kamu berharapnya lolos top 20 diajang lomba dan finally kamu enggak lolos? Belum? Payah. Aku dong, pernah. Dan yang lolos itu tim sahabatmu. Kecewa, pasti. Ngerasa enggak berguna banget waktu itu, dan bawaannya emosian mulu kalau liat pada nyepelein. But, what should I do. Bilang ke panitianya? Otak saya masih agak kepake buat ngelakuin itu. Waktu itu, saya hanya belajar berdamai dengan keadaan. Dan setiap masa dan orangnya dan setiap orang ada masanya. Dan Allah memang pemberi skenario terbaik, enggak dapet lomba itu tiba tiba diajakin ikut lomba paper dan alhamdulilah dapet juara III Nasional. Cerita bagian ini segitu aja deh. Yang pasti aku pernah banyak nyoba banyak hal dan gagal juga dalam banyak hal. Sedih boleh tapi jangan kelamaan :p

Project kamu gimana?

Big applause for my project. Sama sekali belum ada yang terchecklist. Dari social project sampe bisa ikut andil di forum nasioanal masih sebatas mimpi. Koreksinya sih, karena emang aku enggak ada full effort buat ini. Ya dapetnya seadanya. Pantas memang.

Behav kamu?

Nilai 7 dari skala 10. Setidaknya sifat negtif saya, baperan. Bukan karena saya jomblo ya. Tapi emang karena terlalu sensitif, berkurang. Yeay. Hal ini terbukti dengan interview kecil kecilan dengan beberapa teman yang pada bilang mendingan hahaha yang masih PR sih enggak sabaran, selfish dan segala kelakuan saya yang tidak mencerminkan budaya jawa. Yang lemah, lembut, santun dll.


Sepertinya itu hal besar yang terjadi di 2015 saya. Harapan buat 2016, semoga lebih baik lagi. Projectnya cepet kecapai dan yang pasti kesimpulan terbesarnya man jadda wa jadda dan berharaplah hanya kepada Allah, insyaallah kamu akan mendapat lebih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS